Jangan Biarkan Baterai Motor Listrik Hingga 0%: Ini Dampaknya!

Motor listrik semakin populer di Indonesia. Selain karena hemat energi dan ramah lingkungan, biaya perawatannya cenderung lebih rendah. Sayangnya, banyak pengguna yang masih melakukan kebiasaan yang bisa memperpendek umur baterai, salah satunya membiarkan daya baterai hingga benar-benar habis atau 0%. 

Membiarkan baterai motor listrik kosong total (habis hingga 0%) sangat berisiko merusak sel baterai dan memperpendek masa pakainya secara drastis. Pada motor listrik, baterai adalah jantung penggerak kendaraan. Tidak heran bahwa baterai menjadi komponen paling mahal pada motor listrik.

Mengapa Baterai Tidak Boleh Sampai 0%?

Baterai motor listrik modern dibagi menjadi dua tipe yaitu baterai lithium-ion dan SLA (Sealed Lead-Acid). Baterai SLA (Sealed Lead-Acid) adalah jenis baterai asam timbal tertutup atau yang sering dikenal masyarakat sebagai aki kering. Sedangkan Baterai lithium adalah jenis baterai isi ulang yang memanfaatkan pergerakan ion litium untuk menyimpan dan melepaskan energi listrik.

Dengan sering membiarkan baterai motor listrik dalam kondisi “deep discharge” atau pengosongan total, kapasitas penyimpanan baterai akan cepat menurun. Akibatnya jarak tempuh motor juga menjadi lebih pendek dan performa motor akan menurun.

Jika baterai dibiarkan dalam kondisi habis total dalam jangka waktu yang lama, resikonya baterai akan sulit untuk diisi kembali. Tidak jarang baterai akan mengalami kerusakan yang membuatnya tidak bisa di charge. Jika sudah dalam kondisi ini, solusi terbaik adalah dengan mengganti bagian baterai yang mengalami kerusakan. 

Kapan Sebaiknya Mengisi Daya?

Usahakan untuk tidak membiarkan baterai dalam kondisi benar-benar kosong dalam waktu lama. Idealnya motor listrik sudah harus dicas ketika sisa kapasitas baterai menyentuh angka 20-30%. Persentase baterai ini mampu membuat baterai tahan lama dan mempertahankan baterai dalam performa terbaik.

Hindari juga kebiasaan terlalu sering mengisi baterai hingga full charge (100%), kecuali memang diperlukan untuk berkendara jarak jauh. Lebih baik isi sampai sekitar 80-90% saja. Full charge yang terlalu sering juga membuat siklus baterai menurun dan jadi lebih cepat habis.

Kesimpulan

Meskipun United E-Motor memberikan garansi pemakaian hingga 6 bulan dan layanan home service dengan harga yang terjangkau, merawat baterai motor listrik dengan pola pengisian yang benar akan membantu motor listrik tetap efisien dan nyaman digunakan.