Pencegahan Kerusakan Baterai: Jika Tidak Digunakan Dalam Waktu Lama 

sepeda motor listrik habis baterai

Untuk menjaga keawetan dan performa baterai Lithium-ion sepeda motor listrik ketika kendaraan tidak digunakan dalam waktu yang lama (misal: lebih dari 30 hari), berikut beberapa langkah yang bisa diambil:

  1. Pemuatan Penuh Sebelum Penyimpanan — Pastikan baterai sepenuhnya terisi sebelum menyimpan kendaraan. Baterai lithium sebaiknya disimpan dengan level baterai yang tinggi (misal: lebih dari 80%). Jika kendaraan tidak akan digunakan untuk waktu yang lama, hindari menyimpan baterai pada level daya yang sangat rendah. Baterai yang terlalu lemah dapat mengalami masalah jika dibiarkan terlalu lama.
  2. Penyimpanan pada Suhu yang Stabil — Baterai Lithium-ion cenderung bekerja optimal pada suhu yang stabil. Hindari penyimpanan kendaraan di tempat yang terlalu panas atau terlalu dingin.
  3. Penyimpanan di Tempat yang Aman — Pastikan kendaraan disimpan di tempat yang aman dan terlindung dari elemen-elemen cuaca yang ekstrim. Hindari penyimpanan di tempat yang terkena langsung sinar matahari atau kelembaban berlebih.
  4. Pemeriksaan Rutin — Lakukan pemeriksaan rutin terhadap tingkat daya baterai selama penyimpanan. Jika level daya menurun secara signifikan, pertimbangkan untuk mengisi daya baterai. Jika memungkinkan, selama masa penyimpanan yang panjang, lakukan periode pemeliharaan pengecasan dengan mengisi daya baterai hingga level tertentu setiap beberapa bulan sekali.

 

Tips memperpanjang masa pakai batarei motor listrik

Selalu ikuti panduan pabrikan kendaraan listrik dan baterai lithium. Pabrikan biasanya memberikan informasi khusus tentang penyimpanan dan pemeliharaan baterai.

Menyimpan baterai lithium dalam keadaan level baterai tinggi (misal: lebih dari 80%) memiliki beberapa alasan teknis yang terkait dengan karakteristik kimiawi dan kinerja baterai Lithium-ion. Berikut adalah alasan perlu menyimpan baterai dalam keadaan level tinggi :

  1. Mencegah Degradasi Elektrode — Baterai lithium-ion memiliki dua elektrode (anoda dan katoda) yang terlibat dalam reaksi elektrokimia selama pengisian dan pengosongan. Pada level baterai tinggi, elektrode biasanya berada dalam kondisi yang lebih stabil, membantu mencegah proses degradasi yang dapat terjadi pada permukaan elektrode, terutama pada elektrode katoda.
  2. Mencegah Pertumbuhan Dendrit Lithium — Saat baterai diisi ulang, ion lithium bergerak dari elektrode anoda ke elektrode katoda. Selama pengosongan, ion lithium kembali ke elektrode anoda. Jika baterai disimpan dalam keadaan level tinggi, ini dapat membantu mencegah pertumbuhan dendrit lithium pada elektrode anoda yang dapat merusak separator dan menyebabkan korsleting.
  3. Reduksi Reaksi Nebulization (Gas-Gas Reactions) — Pada level baterai tinggi, terjadi lebih sedikit reaksi nebulisasi (gas-gas reactions) yang dapat terjadi ketika baterai disimpan dalam kondisi rendah. Reaksi ini dapat menyebabkan pembentukan gas dan mengakibatkan tekanan yang tidak diinginkan dalam sel baterai.
  4. Stabilitas Kimiawi — Komponen kimia dalam sel baterai, terutama elektrolit, dapat lebih stabil pada level baterai yang tinggi. Ini membantu mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan atau degradasi komponen kimia yang dapat terjadi pada level baterai rendah.

 

Untuk menambah wawasan, berikut adalah proses kimia secara umum saat proses pengecasan (charge) dan pengosongan (discharge).

Proses Kimia Umum pada Pengisian (Charging) Baterai Lithium-ion:

  • Saat baterai diisi, ion lithium (Li+) bergerak dari elektrode katoda (misalnya, oksida kobalt) ke elektrode anoda (grafit).
  • Pada elektrode anoda, ion lithium diterima oleh lapisan grafit dan terintegrasi ke dalam struktur grafen.

Proses Kimia Umum pada Pengosongan (Discharging) Baterai Lithium-ion:

  • Saat baterai digunakan (pengosongan), ion lithium bergerak dari elektrode anoda kembali ke elektrode katoda.
  • Pada elektrode katoda, ion lithium diterima oleh lapisan oksida logam (misalnya, oksida kobalt) dan terintegrasi ke dalam struktur.

Melibatkan baterai dalam reaksi elektrokimia pada level baterai yang tinggi dapat membantu menjaga integritas struktural dan kimiawi dari kedua elektrode, mencegah degradasi, dan memperpanjang umur pakai baterai. Namun, juga penting untuk diingat bahwa menyimpan baterai pada level baterai yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah. Oleh karena itu, pabrikan biasanya memberikan panduan spesifik mengenai tingkat baterai yang optimal untuk penyimpanan jangka panjang.